The Hottest Tent in Jogja

Kedaulatan Rakyat: 10/06/2008 YOGYA (KR) - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengharapkan Bank BPD DIY terus berpihak pada pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di samping itu terus mengamati trend pergeseran pasar serta cermat dalam melihat situasi terkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Harapan gubernur tersebut disampaikan saat meresmikan gedung pusat baru Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY, Jl Tentara Pelajar, Senin (9/6).

Peresmian gedung berlantai 8 ini dihadiri oleh para bupati dan walikota se-DIY selaku pemilik BPD DIY, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Tjahjo Oetomo, Kapolda DIY Brigjen Pol Untung S Radjab dan pejabat lainnya. Sultan juga meminta agar BPD DIY terus mengamati trend pergeseran segmen pasar sejalan dengan perkembangan olah pikir nasabah yang cenderung bank minded. Manajemen juga harus berusaha menjaring pasar mengambang (floating market) tanpa melupakan nasabah konvensional yang selama ini loyal menggunakan jasa perbankan. “Maraknya pebisnis muda di Yogyakarta, khususnya yang bergerak di bidang usaha warnet, laundry, warung makan dan kafe merupakan floating market potensial yang mempunyai daya tawar terhadap layanan perbankan,” katanya.

Direktur Utama BPD DIY, Harsoyo mengungkapkan pembangunan gedung ini untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, termasuk di antaranya Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Karena itu, dalam gedung ini pihaknya membuka ruangan UKM Center. Selain itu, juga disediakan ruang untuk layanan safe deposit box dengan 3.008 kotak dengan biaya yang kompetitif. Bank Devisa Di dalam ruang UKM Center, ditampilkan sejumlah produk UKM dan layanan internet untuk memperluas jaringan pemasaran produk. Di ruangan ini dapat digunakan pertemuan antara UKM dengan pembeli tanpa dikenai biaya apa pun. “Kami berharap keberadaannya dapat mendukung kegiatan usaha sektor UMKM,” ujar Harsoyo. Untuk transaksi, UMKM bisa melakukan layanan jasa BPD. Sedangkan untuk transaksi ekspor langsung, pihaknya merencanakan mengembangkan BPD menjadi bank devisa pada tahun 2009. “Untuk mendapatkan katagori sebagai bank devisa, ada ketentuan harus memenuhi modal disetor sebanyak Rp 150 miliar. Kita harapkan pada tahun 2009 tersebut, jumlah itu bisa tercapai,” ujarnya.

Mengenai aset, saat ini bank yang dipimpinnya memiliki aset sebesar Rp 3,285 triliun dengan didukung 94 jaringan pelayanan yang tersebar di wilayah DIY. “Selama sepuluh tahun terakhir aset bank tumbuh rata-rata 32 persen per tahun, kredit 43 persen/tahun dan dana masyarakat 31 persen/tahun,“ katanya. Dalam kesempatan itu, wakil nasabah, Robby Kusumaharta meminta BPD DIY dapat menjadi pelopor bagi upaya membantu korban gempa yang mengalami kesulitan kredit. Sehingga nantinya BPD dapat lebih berperan membantu masyarakat. (Jon)-z

Tenda : HD Tent (Tent & Party Spesialist)

Organiser : Kirana Kreativisia

Posted by admin
Posted under Big Event
Tags:

Comments (94)

Add A Comment