–

PURWOREJO (KR) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap semua pihak yang terlibat di bidang transportasi untuk terus mempertahankan profesionalitas dan akuntabilitas, termasuk jaminan keamanan bagi pengguna jasa angkutan, baik darat, laut maupun udara. Hal itu dimaksudkan agar para pemakai jasa transportasi baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing merasa aman menggunakan jasa transportasi di Indonesia.
“Pemerintah dan pihak swasta akan menambah berbagai sarana dan prasarana angkutan. Maka saya berharap para pemimpin dunia usaha transportasi terus mempertahankan profesionalitas dan akuntabilitas,” kata SBY, saat memberi sambutan dalam peresmian jalur rel ganda (double track) Kutoarjo-Yogyakarta dan Depo KRL Depok, Kutoarjo, Selasa, (22/1).
Ikut hadir dalam kesempatan itu, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perhubungan Djusman Syafei Jamal, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr Ken Okaniwa. Sedang pejabat daerah yang hadir antara lain, Gubernur Jawa Tengah H Ali Mufiz, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta Bupati Purworejo H Kelik Sumrahadi.
SBY menyatakan tidak suka jika jasa penerbangan Indonesia dilarang terbang disebuah kawasan didunia ini. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah akan berusaha keras agar hal tersebut tidak terjadi, dengan melakukan langkah yang tepat agar semua memperoleh keadilan karena pihaknya sungguh-sungguh sudah meningkatkan derajat keselamatan transportasi termasuk transportasi udara. Kepala Negara mengaku tetap optimis, Indonesia akan menjadi negara yang memiliki usaha transportasi yang lebih kredibel dan terpercaya. “Perekonomian akan meningkat jika didukung dengan transportasi yang memadai dan aman, sehingga masyarakat akan merasa nyaman,” kata SBY seraya menambahkan, jalur Kutoarjo-Yogya merupakan sarana yang sangat strategis untuk jalur yang menghubungkan Jawa Timur,Yogyakarta, Jakarta dan Bandung. Menhub Djusman Syafei Jamal menambahkan, rel ganda lintas Kutoarjo-Yogyakarta sepanjang 63,649 km ini dibangun mulai 17 Mei 2004 dan selesai 17 November 2007. Pembangunan double track ini menelan dana sekitar 900,7 miliar, patungan dari APBN dan pinjaman dari Jepang.
Dengan diresmikan rel ganda ini, kata Djusman, perjalanan KA jalur selatan frekuensinya akan meningkat dari sebelumnya hanya 62 KA setiap hari, menjadi 184 KA per hari. Sementara itu fasilitas perkeretaapian Depo Depok yang juga diresmikan dapat menyimpan sekitar 240 unit KA listrik (KAL). “Depo ini yang terbesar di Asia Tenggara,” ujarnya.
Sedang menurut Ken Okaniwa, pembangunan duble track ini akan memberikan kontribusi cukup beser bagi pelayanan transportasi masyarakat. Terutama jalur ekonomi rakyat antara Yogya-Kroya. “Perjalanan KA dapat dua kali lipat dari sebelumnya,” katanya. (Nar/Imd/Ogi)-
Event Organizer : Kirana Kreativisia
Tenda: HD Tent
Add A Comment